Posted by: lilyardas | January 9, 2017

Iqro : Petualangan Meraih Bintang

41ab4289a7cfc9be33ed0b76cd2d6e6b0ae364c4.jpgSejak melihat banner film Iqro di Islamic Family Festival bulan Desember lalu, Hasbi sudah mencatat tanggal pemutaran perdananya di tanggal 26 Januari mendatang. Film ini merupakan garapan Salman Film Academy dan Masjid Salman ITB. Saya sendiri senang banget ada film anak-anak bernuansa ke-Islam-an di tengah-tengah kondisi dunia yang makin gak jelas ini

15136019_621452161395619_277951547139107094_n.jpgAlhamdulillah ujug-ujug ada yang mengajak Hasbi dan Kafa untuk ikut menonton Nonton Bareng film Iqra di Cihampelas Walk, hari Kamis 5 Januari lalu. Rencana kepulangan ke Bandung terpaksa dimajukan ke hari Rabu, 4 Januari gara-gara ingin ikut acara ini. Soalnya di nobar ini, beberapa pemain akan hadir dalam sesi Meet & Greet. Walaupun kami terlambat hadir, Hasbi cukup puas melihat para pemain yang sedang foto-foto di lobi cinema, termasuk idola barunya Muzammil Hasballah, seorang arsitek muda yang juga seorang hafizh. Dalam film ini Muzammil berpartisipasi melantunkan Doa Khatam Quran yang menjadi lagu penutup film Iqra

Sejujurnya saya terkagum-kagum melihat sebuah organisasi rumah ibadah bisa bikin film seperti ini. Iya sih, plotnya rada lambat dan dialognya kurang memberi kejutan di sana-sini. Tapi mungkin itu dari kaca mata orang dewasa seperti saya. Buktinya Hasbi dan Kafa anteng aja nonton dan masih membicarakan film tersebut sampai tulisan ini dibuat. Angle-angle gambar yang apik, akting para aktor dan aktris yang ciamik, termasuk pendatang baru Aisha Nurra Datau, putri dari kameramen Yudi Datau dan aktris Ine Febriyanti. Para figuran pun keliatan mainnya natural banget.  Dan kredit tertinggi saya berikan untuk Meriam Bellina sebagai Emak yang aktingnya benar-benar top markotop deh

15232160_625859060954929_3985402327197334323_n.jpgDari sisi cerita pun relatif sederhana, pas untuk anak-anak. Perpaduan sains dan agama, pengasuhan dan pendidikan yang penuh motivasi tanpa paksa dan pertemanan tanpa persaingan yang penuh canda tawa. Di luar itu, film ini menurut saya rasanya ITB banget (Jurusan Astronomi di Indonesia hanya ada di ITB), Anak Salman banget (camping sambil neropong bintang) dan Sunda banget (aduuh itu tukang pos lucu banget deeh logatnya). Moga-moga paduan ini tetap bisa diterima di luar lingkar tersebut

Dari broadcast promo yang saya terima, Salman Film Academy dan Masjid Salman ITB berniat menelurkan 1 film anak-anak tiap tahunnya. Semoga cita-cita mulia ini terlaksana

Jangan lupa menonton 26 Januari yaaa….

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: