Posted by: lilyardas | December 16, 2013

SD Semi Palar

imagesKalau disuruh memilih satu kata tentang Semi Palar, saya rasa yang paling tepat itu adalah kata “BEDA” Teman saya memilih kata “Sekuler” dan “Liberal” untuk mendeskripsikan Semi Palar … Terasa banget sekolah ini ga standar Diknas.

Sekolah ini mengusung pendidikan Holistik, dalam artian pemikiran bahwa segala sesuatu di alam semesta ini saling terkait dan tidak terpisahkan. Termasuk aplikasi di dalamnya, pendidikan sebagai anak, sebagai orang tua dan sebagai guru harus berjalan bersamaan secara integrasi dan menyeluruh

Areanya cukup mungil, nyaman tapi pemilihan warnanya agak suram. Beda dengan SD Gagas Ceria atau SKC yang terkesan segar. Di sini mainan yg dibeli sedikit, anak lebih didorong untuk main apa aja yang bisa dimainin, sehingga kreatifitas dan imajinasi bisa tumbuh. Sekolahnya 1 angkatan hanya 1 kelas. Menurut saya itu penting banget. Saya ga suka kalo 1 angkatan paralel beberapa kelas, pastinya sekolah akan sulit memantau perkembangan per anak. Guru-guru di sini keliatan gaul dan nyeniman. Baju yang dipakai gak kayak pergi ngajar, tapi kayak pergi kuliah, terkadang nyeker ke sana kemari hehehe… Sempat saya bicara dengan guru kelas 3 SD, ga berasa ngobrol sama guru, tapi seperti ngobrol kayak temen aja. “Saya ini lulusan S1-nya Teknik Sipil, S2-nya Managemen, eh malah senengnya ngajar anak SD” katanya sambil tertawa. Cukup banyak guru laki-laki di sini, ketimbang SD lain yang saya survey. Dan itu tentunya menjadi nilai plus, mengingat interaksi anak terhadap ayah di rumah umumnya juga lebih sedikit ketimbang ibu.

Semi PalarSemi Palar ini menurut saya termasuk “galak” dalam urusan pendidikan. Mereka berprinsip kuat bahwa pendidikan adalah di tangan orang tua. Sehingga sekolah hanya merupakan fasilitator untuk mengembangkan anak, bukan mendidik kebutuhan dasar anak. Orang tua wajib aktif dalam setiap kegiatan pendidikan di sekolah. Kalau ga mau aktif, ya ga usah sekolah di sini. Seperti saya quote dalam web-nya “Pembelajaran anak โ€“ secara holistik โ€“ di Semi Palar akan berhasil baik saat orang tua sebagai pendidik pertama dan utama melibatkan diri secara aktif dan berperan sebagai rekanan (partner) guru di rumah saat anak berproses di Semi Palar.” Itu lah sebabnya mereka lebih senang menyebut dirinya Rumah Belajar ketimbang sekolah, karena diharapkan ortu dan guru pun ikutan belajar. Baik dalam web-nya, maupun presentasi open house-nya, Semi Palar terus mempertanyakan keseriusan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sini. Bahkan menyarankan untuk bertanya dulu kepada orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya di sini, agar yakin cocok atau gak.

Mungkin itu juga yang membuat sekolah ini hanya half-day, karena makan siang dan shalat sejatinya adalah urusan ortu. Ada kelebihannya juga halfday, jadi anak bisa ikutan ekskul2 di luaran yang tidak disediakan di sekolah. Dari daftar sekolah yang saya survey, sepertinya ini satu2nya sekolah yang half-day. Mungkin juga ini yang membuat sekolah ini kurang laku. Walaupun di pusat kota, kualitas pendidikan ok dan harga rasional, tidak ada satu pun kelas 1 SD sampe 3 SMP yang penuh 20 siswa. Orang tua males repot mungkin hehehe… Seperti yang diutarakan ipar saya yang anaknya sekolah full-day di SD Salman, “Enaknya anak pulang sore, ortu jadi kurang repotnya. Sampe rumah tinggal main bentar, makan malam, bobok deh.” Menurut saya pribadi, sekolah full day kurang manusiawi terhadap guru. Seperti di Cendekia, anak masuk jam 8-15.30, guru masuk jam 7-16. Lah kapan persiapan ngajarnya? Lembur di rumah dong? No wonder di Cendekia dekorasi dan hasil ketrampilan agak ala kadarnya

Kang Andi , sang kepala sekolah, adalah Chinese Katolik, lulusan Arsitek S1 Unpar dan S2 UNSW. Hal ini juga membuat sekolah ini memiliki kelebihan dalam hal dorongan untuk berekspresi dan berkreatifitas. Keliatan dari art and craft dan lukisan buatan anak2 di sini, lebih advance daripada di sekolah lain. Karena menurut kang Andy memang anak2 didorong untuk berkomunikasi dan mengeluaran ide melalui gambar. Tapi saya bingung juga, kok anaknya pake seragam ya? Biasanya sekolah yang mengusung kebebasan dan kreatifitas, juga membebaskan anaknya dari seragam

376787_269456116493652_25003814_nSekolah ini sekolah sekuler, tidak berorientasi dengan agama tertentu. Karena mereka berprinsip agama sejatinya diajarkan di rumah oleh orang tua. Tapi kalo ga salah ada ekskul Iqra juga (lupa). Dibandingkan SD Kuntum Cemerlang yang cukup agamis dengan menyediakan kelas2 agama yang cukup intens untuk masing2 agama, SD Semi Palar cenderung lebih moderat dan liberal. Mereka hanya menyediakan kelas agama 2x seminggu. Rasanya sih gak ada shalat Dhuhur bersama, tapi setiap Jumat mereka bareng2 shalat Jumat ke masjid bersama guru-guru. Oiya, di sini manggilnya Kakak, bukan Bu/Pak Guru, sehingga emang kesannya ga formal. Kakak tidak mengajar, tapi menemani belajar dan bermain, melebur saja.

Secara keseluruhan saya tertarik menyekolahkan anak di sini. Berbeda dengan SKC yang saya rasa lebih komunikasi ke ortu hanya 1 arah, di sini justru menuntut orang tua untuk berkomunikasi 2 arah. Sehingga untuk orang tua cerewet, demanding dan gila urusan seperti saya, rasanya ada ruang untuk nimbrung soal pendidikan hehehe… Hanya nuansa liberal yang kerasa membuat saya sedikit was2. Apalagi mereka mengajarkan kepada anak interfaith religion sejak dini. Sebenernya kayak sharing session masing2 agama dengan membawa kitab masing2 dan anak2 diminta bercerita tentang agama masing2. Tapi saya ga yakin apakah keimanan seorang anak tingkat SD bisa siap untuk itu atau tidak. Ini juga yang membuat suami kurang sreg anak sekolah di sini.

Ok, we’ll se what happen on trial day in January

Link ini mungkin bisa membantu

PS: foto2 saya ambil dari koleksi Semi Palar di internet

  • alamat : Jl. Sukamulya 77-79, Bandung 40173
  • telepon : 022 70173412
  • facsimile : 022 2015092
  • email : semipalar@gmail.com
Advertisements

Responses

  1. Ada juga negative comment dari mantan ortu murid sini. Kebetulan anaknya ABK (asperger kalo ga salah). Tuntutan kreatifitas yang tinggi di sini membuat si anak stres, dan akhirnya orang tua memilih untuk mengeluarkan anaknya dari sini

    Like

  2. hmm…kyknya bunda arlina terkesan sekali dgn semipalar nehh.. kbetulan rmh sy dekat ke sukamulya sekitar 10mnt..sy jg pernah ikut open house sama k andi lalu anak sy jg udh ikut trial 3 hr utk level tk..skitar th 2010..sy suka konsep holistiknya hanya sy sangattt keberatan dgn prinsip beragamanya yg beranggapan semua agama itu sama baiknya shg cara berdoanya pun disamakan jd bikin bingung anak apalagi utk seusia tk-sd rentan sekali krn sy sbg muslim jelas punya keyakinan yg berbeda dgn agama lain & bagi sy pendidikan agama itu penting…tp kembali lg prioritas tiap ortu kan beda dlm memilih pendidikan anak2nya…

    Like

    • Iya mba, masalah interfaith religion itu yg matters di sini

      Like

  3. Oiya, ada pengalaman menarik bercakap2 dengan anak kelas 1 sd di sini. Mereka begitu santun bertanya apakah Hasbi mau sekolah di sini, menjelaskan ke saya kalau ini area sd dan di sana area TK. Jadi inget insiden di sekolah alam dimana seorang anak usia kls 4-5thn berteriak memanggil2 saya hanya utk ngatain bahwa temennya itu kambing. Hadeeeehhh…

    Like

  4. waah menyenangkan sekali yah ada anak kelas 1 santun kyk gitu..btw klo jd di semipalar dr cigadung ke pasteur apa ga kjauhan gitu mbak?
    bdg skr macetnya ampun dehh…tp mnrt sy semipalar fasilitasnya msh kurang yah tptnya jg kecil klo skc harga segitu fasilitasnya ok… cuman di skc jutek2 yah hihi…
    klo ga salah uang pangkal& spp di semipalar dibedain antara anak dr skolah luar dgn yg asalnya skolah dsitu,trus eskulnya jg mesti ortu yg ngadain soalnya skolah ga memfasilitasi eskul..jd urusan agama,bhs asing,musik mesti cari di luar lg…
    yah plus minus deh stiap skolahan….oh ya mnurut tmenku yg anaknya skolah disitu bilang semipalar atheis hehe…klo istilah mbak arlina sekuler & liberal yah..ok deh happy hunting mbak smoga dpt yg cocok utk hasbi…

    Like

    • Hahaha, mending dibilang atheis apa liberal nih?

      Masalah pembedaan uang sekolah anak lama dan anak baru kayaknya jamak di semua sekolah. Anak luar juga umumnya nunggu dulu berapa sisa seat dari anak lama

      Dengan jumlah murid yang dobel, ga heran juga sih SKC lebih lengkap, kan total uang pangkal yang diterima lebih kenceng hehehe

      Like

  5. Salam kenal, saya guru di sekolah ini. Senang membaca ulasan ibu juga komentar-komentarnya. Saya yakin kita pernah bertemu dan berbincang di kelas ๐Ÿ™‚ terima kasih banyak, saya bisa melihat sisi lain dari tulisan ibu di sini ๐Ÿ™‚

    Like

    • Hahaha ini pastinya guru kelas 3 yang saya sebutkan di atas ya? Saat ini anak saya masih menunggu jadwal trial di semi palar. Insya Allah januari ini katanya akan dihubungi

      Like

  6. hihi.. saya juga sempet heran kok di sini pake seragam, ya mungkin sih untuk identitas juga kalo kebetulan ada anak-anak yang nyelonong ke luar lingkungan sekolah kan bisa ketauan kalo itu sebetulnya murid… anak-anak di sana emang ramah-ramah yaaa, waktu itu pas ke sana anak saya kan nangis-nangis pengen ikutan main, trus anak-anak di sana bilangnya: jangan nangis, ayo ikutan baris yuuuukkk.. gitu katanya ๐Ÿ™‚

    naksir sih ama sekolah ini, tapi mungkin pas SD aja, karena anak saya maunya di sekolah yang ada perosotan ama ayunannya hehehehehe di semi palar kan ga ada..

    Like

    • Sama, anak saya ga mau sekolah di sini karena ga ada ayunan dan perosotan. Trial aja ga mau dtng. Udah dibujuk, dirayu, disogok (gak pernah2 nih nyogok anak) tetap aja ga mau dtng trial….

      Like

  7. hi… saya memiliki Anak yang ABK (speech delay, menggunakan hearing aid sebelah). saya mau tanya2 sekolah ini boleh ? siapa tau pandangan orang tua murid yang satu dan lain kan berbeda. email me. rendy@xxxx.com

    thanks.

    Like

    • Boleh aja sih, tapi ga yakin bisa jawab, krn saya ga pernah observasi detail ttg sekolah ini

      Like

      • Sama2 ๐Ÿ™‚

        Like

  8. Waahh ini manfaat bgt, saya malah lagi nyari sekolah yg moderat nan liberal seperti ini. Apalagi ada interfaith religion, saya pikir di Bdg ga akan ada yang kayak gini. Thanks alot ya!

    Like

    • Semoga bermanfaat infonya ๐Ÿ™‚

      Like

  9. Bagaimana Bunda? Apakah sudah trial di semi palar? Saya kemarin ini sudah visit ke sekolah nya setelah baca review anda. Menarik sekolah nya… Pengen tahu aja hasil nya gimana…. Saya juga lagi cari sekolah SD 1 untuk anak saya yang besar tahun depan, tapi agak ragu ngak tahu anak nya bisa diterima ngak disana nya nanti, soalnya trial nya di January, sekolahan mainsteam yang lain sudah tutup semua pendaftaran nya.

    Sharing ya kalau jadi trial disana dan gimana review nya…

    Thanks

    Like

    • Hehe sorry, anaknya ga mau trial di sana. Ga ada mainan gedenya katanya ๐Ÿ˜€

      Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: