Posted by: lilyardas | October 11, 2013

SD Kuntum Cemerlang

Saya bersemangat sekali berkunjung ke sekolah ini, karena banyak yang merekomendasikan. Sedikit deg-degan jangan2 mahalnya nyaingin Cendekia nih, soalnya kok kayaknya ok banget dengan konsep “Resort School”-nya

 

Setelah googling dan menemukan alamatnya, saya telepon lah nomor tersebut untuk mengetahui how to get there. Respon yang menerima telepon, “Halo.. halo… gak kedengeran bu. Nanti telepon 5 menit lagi aja ya…. pluk” Eh? Kok gitu? Agak bete juga, tapi ah sudahlah nanti saya telepon lagi.

 

Sesampainya di sana, di meja resepsionis terdapat 3 orang yang saya gak tau yang mana resepsionisnya. Ketiganya sibuk merespon obrolan para ortu sambil menerima bukti pembayaran sekolah. Saya manis2 aja antri di belakangnya. Ealah buset, ini emak2 pada demen ngobrol sampe resepsionisnya gak bisa cut off obrolan mereka.

 

1385764_10151727918728995_86748079_nBegitu saya sukses bicara dengan si resepsionis, saya langsung disodorin daftar biaya. Heran, selain Cendekia Leadership sepertinya obrolan pertama marketing sekolah2 di Bandung ini pada duit duluan ya? Bukannya itu harusnya pembicaraan terakhir? Tapi saya terbelalak melihat daftar harga yang menurut saya muraaaahhhh banget dibandingkan konsep pembelajaran dan fasilitasnya. Dalam hal value of money, sekolah ini memang murah banget! Walaupun dalam hal rupiah gak kecil-kecil amat sih.

 

Si resepsionis ternyata juga bukan orang yang terlalu ramah, wajahnya agak jutek, dia juga tidak bercerita sama sekali tentang konsep sekolah. Dia hanya bercerita kalau akan ada trial tanggal 16-17 Oktober bila ingin tau lebih lanjut tentang sekolah. Kalau mau ikut trial harus daftar sekarang, ga bisa di-ntar2, karena peminatnya banyak. Saya jadi bingung mau nanya apa. Ya udah saya daftar tanggal 16 Oktober. (Note: jadi penasaran ngetes ybs dengan tes DISC – Dominant/Influence/Steadyness/Compliance, mungkin I-nya kurang, padahal untuk resepsionis I itu yang paling penting)

 

Berbeda dengan sekolah lainnya yang memperbolehkan ortu untuk melihat suasana trial walaupun dari luar kelas, di sekolah ini ortu sama sekali tidak boleh mengintip ke dalam kelas. Ortu hanya boleh menunggu di areal menunggu di dekat meja resepsionis. Lho, kemudian gimana saya bisa tau kalau sekolah ini cocok untuk anak saya atau tidak? Menurut resepsionis “Nanti akan ada 5 anak yang trial dibawah pengawasan psikolog, dan orang tua bisa berbicara dengan psikolog tersebut mengenai kesiapan anak masuk ke SKC. Nanti pihak psikolog yang akan menentukan apakah anak ibu diterima atau tidak di sini.” Ouch… Padahal saya ingin tau bagaimana suasana kelas berjalan. Dari penjelasan resepsionis, saya jadi menangkap kesan kita yang butuh sekolah, bukan sekolah butuh kita atau sama2 butuh. Atau mungkin masalah memang terletak pada kemampuan komunikasi si resepsionis

 

Saya diajak tour oleh mba Gustin nan ramah dari bagian TU SD. Memang gak salah SKC disebut sebagai Resort School. Memang suasananya resort banget. Dengan play ground TK yang luas, lapangan basket untuk SD/SMP, ruang-ruang kelas yang spacious. Ada suara sungai yang mengalir deras. Secara logika mustinya sekolah di sini memang tenang banget. Tapi ternyata gak juga. Ketika kami melewati tangga, banyak siswa SD yang naik/turun tangga secara grasak-grusuk dan nyaris menabrak Hasbi & Kafa. Ruang makannya berisik sangat karena mereka makan sambil mengobrol dengan suara cukup kencang. Antrian ambil makanan pun agak sedikit berdesakan.

 

Secara fasilitas, sekolah ini memang bikin geleng-geleng kepada dan seharusnya sekolah idaman. Mereka punya kelas lego yang besoaarrrrr sebagai bagian dari pembelajaran problem solving, ada ruang playground busa yang lantainya full dengan matras, ruang musik, ruang seni rupa dan kolam renang. Iya, kolam renang ukuran olympic, karena lokasinya memang di kolam renang Cipaku dengan owner yang sama. Ekskulnya pun gak kalah mentarik, ini daftarnya

 

Ekskul wajib:

  • Renang (PG – SMP)
  • Komputer (TK – SMP)
  • Olahraga lapangan (PG – SMP)
  • Robotik (kelas 4 & 5 SD)
  • Mandarin (> TKB)
  • Lego (PG – SD)
  • Wirausahawan muda (>SD)
  • Research & Technology (SMP)

 

Ekskul pilihan:

  • Kreator Cilik (SD)
  • Kid Quest (TKB – SD)
  • Fun English Grammar (SD)
  • English Music Magic (PG – SD)
  • Biola (SD)
  • Gitar (SD)
  • Perkusi (TKA)
  • Pianika (TKB)
  • Little Engineer (SD)
  • Robotik (TKB)
  • Komiku (SD – SMP)
  • Iqra (SD – SMP)
  • Futsal (TK – SMP)
  • Wushu (SD – SMP)
  • Band (SMP)
  • Menari (SD – SMP)

 

Konsep sekolah ini non-agamis alias agama mana aja silakan masuk. Tetapi bukan berarti mereka menomorduakan agama. Tiap pagi jam 7.15-7.30 ada renungan pagi untuk agama Islam, Kristen dan Katolik. Untuk agama Islam pun wajib shalat dhuhur dan ada kartu absen shalatnya. Murid berjilbab diperbolehkan di sini, asal memberitahukan lebih dulu kepada kepala sekolah. Sistem pembelajaran tematik dan project based learning, tapi saya agak heran kenapa susunan bangku tetap berbaris berjejer menghadap papan tulis. Setau saya sekolah berbasi PBL duduknya berkelompok dan bebas kesana kemari. Tapi menurut web sekolah ini “Rancangan ruang kelas yang fleksibel, dapat diatur untuk merefleksikan berbagai metodologi pembelajaran seperti lingkaran untuk diskusi ataupun berkelompok untuk “Project-Based Learning”…. Oke, terjawab sudah

 

Satu hal yang membuat saya ragu adalah sekolahnya terlalu besar, muridnya terlalu banyak. Dari level PG s/d SMP masing2 terdapat 2 kelas. Berdasarkan pengamatan saya di beberapa sekolah di Jakarta, kalau sekolah terlalu besar, maka kedekatan antar guru juga tidak terlalu kuat, pengawasan terhadap anak-anak juga kurang personal, walhasil sekolah jadi terjebak oleh sistem dan kurang mengusung visi misinya. Saya gak tau tentang hal itu di SKC. Tapi yang saya rasakan di sini, beberapa guru kurang ramah. Sebagian diantara mereka berpapasan dengan saya dan mba Gustin tanpa senyum. Di ruang TK A, saya sengaja nangkring ngeliatin kelas yang sudah bubar dan hanya tinggal 2 murid saja. Sang guru hanya memandang saya sekilas tanpa senyum dan kembali lagi ke pekerjaannya. Mba Gustin pun tidak memperkenalkan saya dengan guru tersebut. Padahal jelas2 Kafa usia TK A

 

Klimaksnya ketika kami memasuki ruang Lego. Wajah Hasbi langsung berbinar2, dia sudah dari tadi merengek minta masuk ke ruang kelas ini. Ada seorang guru laki2 seusia late 40s yang sedang menyiapkan materi untuk kelas berikutnya. Saya minta ijin apakah anak2 saya boleh masuk, karena kelas akan mulai takut anak2 saya ngegeratak. Ybs memperbolehkan. Saya bertanya2 tentang kegiatan di kelas Lego ini dan beliau menjawab dengan baik. Tapi ketika Hasbi memainkan kereta di atas sebuah rel, mendadak ybs menegur dengan nada yang cukup tinggi untuk ukuran seorang guru “Dimana itu relnya?! Coba dilihat yang benar, dimana harusnya relnya yang dipake?” Agak kaget juga saya mendengar nada bicaranya. Wajah Hasbi mulai berubah gak suka. Tapi saya diam saja, karena saya ingin lihat bagaimana cara dia merespon negative behaviour. Kafa yang duduk di lantai, asik mengambil suatu mangkok dan sibuk menempel2kan batang2 lego. Kembali si guru tersebut menegur dengan suara agak tinggi, kali ini sambil mendekat “Haduuh ini sudah saya siapin untuk kelas berikutnya, jangan digabung2in gini dong!” Kafa yang lebih lempeng tidak terlalu sakit hati dengan nada bicara sang guru. Terakhir Hasbi gak sengaja melepaskan salah satu katrol di salah satu bagian Lego tersebut dan berusaha memperbaikinya. Kali ini si bapak menegur dengan suara lebih tinggi dari sebelumnya “Sudah, sudah! Gak usah dibenerin, biar saya aja yang benerin. Gak usah dipegang lagi?” Dahi saya mulai mengernyit. Terakhir si bapak memegang bahu Hasbi dari belakang, “Ini bukan tempat main2 ya, ini tempat belajar. Nanti kalau kamu sudah sekolah di sini, baru boleh belajar pake Lego ini lagi.”

 

Hasbi keluar ruangan dengan wajah cemberut, “Hasbi gak mau sekolah di sini”….Sayang…. Ntah apa yang akan terjadi pada jadwal trial 16 Oktober nanti

 

Bukit Cipaku Indah
Jl. Cipaku Indah XI no. 2
Bandung 40143
Telp.: 022 – 2005667, 2005668,

http://www.sekolahkuntumcemerlang.com

Update as per Desember 2014: Pak Arthur selaku pengurus yayasan SKC telah melakukan tindakan khusus untuk melakukan perbaikan2 yang dirasakan perlu demi peningkatan kualitas pendidikan di SKC. Good luck pak Arthur, semoga SKC makin cemerlang

Advertisements

Responses

  1. salam bunda arlina,
    saya penasaran,bagaimana trialnya? apakah Hasbi jadi sekolah di SKC?
    saya tertarik dengan SKC juga

    Like

    • Gak jadi trial ke sana mba, anaknya ngambek… tersinggung sangat dia dijutekin waktu visit itu 😦 Hasbi emang ga bisa diomongin keras.
      Lagian saya pikir kalo di depan calon ortu aja si guru udah berani bicara dengan nada tinggi dengan si anak, gimana di belakang ortu.
      Kalo Kafa mah lebih ndablek, dia semangat 45 aja mau sekolah di sana, karena ada lego dan kura2, dan emang suasananya cozy bangeeettttt… Tapi berhubung dia usia TK ya ngikut SD kakaknya aja deh

      Like

  2. assalamualaikum, sy jd penasaran….mau nanyain akhirnya hasbi masuk sd mana? krn sy jg sedang mencari sd untuk anak sy,kbetulan skc dan skolah alam sempat jd kandidat incaran juga…tp jd ragu stlh baca reviewnya….klo salman alfarizi gmn bunda arlina tertarik ga? apa sdh survey ksana…? sy tertarik dgn skolah dgn konsep spt skc,cendekia, ttp pgn yg islami kira2 bunda arlina tau ga dmn? utk daerah bdg barat atau utara….krn jarak jg jd pertimbangan…makasih…

    Like

    • Walaikum salam. Ngambek mba, dia ga mau pergi ke SKC on the d-day. Udah trial di cendekia, dia happy bngt di sana, sy observasi jg kegiatannya dan terutama pendekatan gurunya bagus.

      Saya belum survey ke salman. Keponakan suami dan teman sy byk yg anaknya di sana. Gambaran yg saya tangkap terlalu kognitif, kurang sesuai dgn visi pendidikan saya

      Saya mau coba trial di semipalar. Udah ke sana tapi belum sempet ditulis reviewnya

      Like

    • Tadi ponakan suami dateng, kls 4 sd salman. Katannya 1 angkatan ada 4 kelas paralel kali 28 murid. Waktu sy cerita di cendekia dan semi palar cuma 1 kls dan ga pernah duduk di bangku kelas, komentarnya, “Wuih enak dong. Cuma satu kelas, kita banyak banget. Mana harus duduk melulu di kelas, sampe punggung pegel”

      Like

  3. cendekia leadership emang bgs konsep & metodenya,sy jg pernah survey ksana cuma jauh bgt klo dr rmh sy tambah lg harga rasanya ga rasional.. bunda arlina tinggalnya dmn? jd hasbi blm ada keputusan kmana sdnya yah? oh jadi salman msh konvensional yah metodenya kirain udh holistic kyk skc…klo gitu ditunggu ya review semipalarnya….

    Like

  4. Iya, uang pangkalnya ga realistis ga sebanding dengan fasilitasnya. Saya di Cigadung. Yang terdekat ya Salman, Cendekia dan Sekolah Alam. Mba dimana?

    Like

  5. saya di gn batu…daerah sini rasanya ga ada sekolah yg project based learning tp islami…bunda arlina udh pernah survey ke daerah timur? dsana lebih byk pilihannya spt mutiara bunda,tunas unggul,cendekia muda,mutiara hati dll. pusing yah cari skolah yg sesuai keinginan..ada aja yg bikin ga sregg…

    Like

    • Saya ga survey ke bdg timur mba, kejauhan. Hehehe iya, kita konsumen yg kritis (baca: rewel). Gpp lah, namanya juga demi anak

      Imho, sejatinya cari sekolah itu mencari kualitas pendidik utk mengisi hal2 yg anak2 tidak dapatkan di rumah. Makanya sy tertarik semi palar, krn saya merasa saya dan suami sanggup utk mengajarkan agama pada anak di rumah. Tapi belum ada kata sepakat nih dgn suami

      Like

      • Oiya, logika saya jg kalo di semipalar kan skul cuma stgh hari, jd sore bisa TPQ atau madrasah

        Like

  6. Baru tau SKC kaya gini… Coret dari daftar deh, padahal tadinya dah berminat bgt. Tapi ga tega kalo anak dikasarin dan diperlakukan seperti itu. Makasih yaa sharing nyaa.

    Like

  7. Salam Ibu Arlina,
    Saya sebagai pengurus Yayasan pengelola Sekolah Kuntum Cemerlang menyesalkan sekali pengalaman kurang menyenangkan yang Ibu dan Hasbi alami ketika berkunjung ke sekolah kami.

    Terimakasih untuk review Ibu pada blog ini. Sebagai sekolah yang bertumbuh, informasi dari orang tua (maupun pengalaman calon orang tua) merupakan masukan yang sangat berharga bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran, guru maupun staff pendukung di Sekolah Kuntum Cemerlang.

    Salam hormat saya
    Arthur K, SSn.

    Like

    • Salam Pak Arthur

      Terima kasih sudah mampir ke blog saya. Mohon maaf bila ada rasa ketidaknyamanan terhadap tulisan saya. Bukan maksud saya untuk menjelek2an suatu sekolah, hanya sharing pengalaman saja. Semoga SKC bisa terus berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Sukses terus ya pak… *masih ngimpi sekolah di tempat cozy*

      Like

    • Assalamualaikum mom Arlina… aku inneke pernah comment juga di thread ini.Sekali lagi terimakasih banyak udh share info2 yg sangat berguna terutama untuk para orang tua yg baru akan pindah ke bandung & cari2 sekolah buat anak.

      Untuk SKC, tahun lalu kami sudah pernah trial disana dan alhamdulillah kalau buat kami kesan pertama cukup memuaskan. Terutama anak kami aureL. Jatuh cinta sekali dia dgn sekolah ini. Cuma sekarang lagi agak deg2an, karena kepindahan kami mundur waktunya, jadi menurut rencana kami akan memasukkan aureL di kelas 2 th 2016 ini, mudah2an quotanya msh bisa masuk. Amiin…

      Sekali lagi thank you yaa mommy Arlina .. sukses terus buat mommy & keluarga 😊

      Regards’

      Inneke

      Like

      • Semoga lancar prosesnya ya mba

        Like

  8. terimakasih mommy Arlina buat ulasan2 survey SD di Bandung. Sangat berguna sekali buat saya untuk pemilihan SD anakku tahun depan.. πŸ™‚

    Like

  9. thank you banget reviewnya mom πŸ™‚ tadinya saya tertarik dengan konsep kuntum cemerlang, tapi baca review ini jadi ragu-ragu dan kayanya mendingan semi palar ya walo lebih mahal daripada SKC…

    review cendekia dong mom..

    btw salam kenal yaa πŸ™‚

    Like

  10. Saya menyekolahkan anak saya dsana, sebelum saya membaca blog ibu ini..
    dan setelah membacanya malam ini, saya merasa sangat sedih… sedih karena ulasan ibu membuat seolah2 yg menyekolahan anaknya dsana sama sekali tidak mempertimbangkan aspek2 yg ibu nilai secara kasat mata hanya dalam kunjungan yg kurang dr 2 jam.
    kebetulan ketika saya mendaftar n tial disana pengalaman yg saya dapatkan menyenangkan..sehingga tidak ada yg saya garis merahi atas sekolah tersebut.

    Pengalamam ibu yg sangat subjektif dan dipaparkan secara gamblang ini bukan tidak mungkin menyakiti hati ibu lain yg anaknya sekolah disana..karena ibu sendiri belum menjalani langsung kegiatan belajar mengajar disana dan mendapatkan kebaikan dr sekolah yg telah ibu review dengan amat lugas. Walaupun misalnya ibu kecewa dengan kesan pertama yg buruk, dan menganggap kesehariannya akan sama buruknya.padahal blm tentu.

    Ibu mungkin akan bilang, ini blog pribadi saya, maka saya bebas menuliskan apa saja, setelah membaca komentar saya.
    akan tetapi, pada saat ini dipublikasikan d internet, saya rasa tidak sedikit yg akan menaggapi dengan positif ataupun negatif..

    Saya percaya tidak ada sekolah yg dengan niat buruknnya mencoba mencederai hidup, hati, n masa depan anak2 kita..
    maka baiknya kita sebagai orang tua pun tidak dengan cepat mencela n menjatuhkan institusi pendidian anak yg lain sekalipun tidak sesuai dengan misi n visi kita pribadi misalnya..

    Salam.
    malati nuwangi

    Like

    • Terima kasih atas responnya mba. Alhamdulillah kalau mba dan anak mba tidak mengalami hal yg Hasbi terima di atas. Semoga komen mba di atas bisa menjadi penyeimbang tulisan saya. Karena memang tidak ada sekolah yang fits-for-everyone

      Semoga setiap komplen yang diterina bisa menjadi sarana utk perbaikan spt yang pak Arthur sampaikan di atas

      Like

  11. jadinya hasbi sekolah dimana mbak? krn sy jg bingung banget nyari sekolah sd yan islami tp cara belajarnya montessori…makasih mbak

    Like

    • Sd montessori islam di bdg kayaknya ga ada deh. Tp kalo dr yg saya survey sih, saya paling sreg dgn cendekia dan firdaus percikan iman

      Like

  12. Salam mba,
    kebetulan keluarga saya berencana pindah ke Indonesia tahun depan, tepatnya ke Bandung. Jadi saat ini sedang mencari SD untuk anak sulung kami dan menemukan Blog mba. terimakasih untuk sharing informasinya. kalau boleh tau, jadinya Hasbi masuk SD mana dan bagaimana tanggapannya sejauh ini?

    terimakasih sebelumnya,
    Diana Scheib

    Like

  13. Selamat malam Mbak Arlina.. Thanks for the sharing.. Jadi penasaran mbak, akhirnya hasbi masuk mana hehehe.. Saya pendatang baru di bandung soalnya.. Nyekolahin anak jg masiihhh lama sihh scaraa anaknya aja br umur setaunn hehehe.. Cuman pengen mulai survey aja dari sekarang.. Regardless the pros and cons feedback, saya seneng banget baca blog mba arlinaa.. Ga ngeboseninn dan bikin jadi ketagihan baca blog2 lainnya hehehe..

    Like

    • Hehe makasih atas apresiasinya. Maaf tidak bisa dijawab di sini, dengan pertimbangan keselamatan anak, utk tidak menginformasikan sekolah anak kepada publik πŸ˜ƒ

      Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: