Posted by: lilyardas | October 9, 2013

Sekolah Alam Bandung

sab1Awalnya saya sudah yakin 80% kalau mau masukin Hasbi ke SD Sekolah Alam, atas rekomendasi beberapa teman. Hal ini mengingat Hasbi yang tipe belajar kinestetik dan naturalist. Tapi sesampainya saya di sana saya sedikit kecewa melihat penampilan fisik SAB. Berbeda dengan sekolah2 alam di Jakarta yang mengusung keindahan, saung2 di SAB relatif ala kadarnya dan tampak kurang rapih, beberapa spot cenderung kumuh dan tak terawat

Kekecewaan saya berlanjut di kantor administrasi. Teteh resepsionisnya kurang komunikatif, tidak ada inisiatif untuk menjelaskan, hanya memberikan brosur dan daftar harga, serta menjelaskan harga. Ketika saya tanya tentang konsep pendidikan, “ya biasa aja bu, dari diknas, pake KTSP” Oh well, apa semua ortu tau KTSP itu apaan ya? Ketika saya meminta informasi lebih lanjut tentang gimana pembelajaran harian, ybs memberikan contoh rencana pembelajaran tahunan tahun 2008, alias 5 tahun yang lalu. Hmmm… Pokoknya saya harus pro-aktif menghadapi resepsionis yang sangat pendiam itu. Temannya yang duduk bekerja disampingnya pun tidak bisa membantu menjawab banyak. Suami saya sampai ragu, “Jangan2 resepsionis sebenarnya ga masuk.” Oiya, web sekolah ini pun sudah 5 tahun ga diedit, kena hacked pula

sarana-bermain-di-sekolah-alamKekecewaan berikutnya ketika saya meminta ijin untuk liat2 sekolahan. “Oh, silakan aja bu” Eh? Gak perlu di dampingi? “Gak apa, silakan aja, TK-nya di sebelah sana, SD-nya di sebelah sana.” Dan muter2 lah saya bersama suami dan anak2 keliling2 sekolah tanpa pendamping, Mo nanya2, tapi ga ada yang bisa ditanyain, karena guru2 masih sibuk ngurus murid2nya. Sepintas terbersit mengenai keamanan di sekolah tersebut, mengingat area yang begitu luas berundak-undak, dengan gerbang terbuka tanpa satpam yang menjaga, sementara saya orang asing yang berkeliaran sendirian di antara anak2 yang sedang berlari2 ke sana kemari (saya ke sana pas menjelang makan siang). Salah satu alasan ini pula yang membuat sahabat saya masa SMA membatalkan anaknya masuk ke sekolah ini, karena konon katanya ada seorang anak kelas 1 SD lolos pulang sendiri tanpa sepengetahuan guru2, dan ketika sang ortu menjemput, si anak sudah tidak ada disekolah. Alhamdulillah ternyata si anak selamat pulang sendiri sampai rumah

Ketika kami sedang muter-muter di sekolah tersebut, mendadak ada siswa usia 4 atau 5 SDyang memanggil2 saya… “Bu, bu.. liat sini bu..” Kemudian menunjuk temannya, “Ini nih bu, ada kambing nih, ada kambing..” Lalu ia dan temannya tertawa terbahak-bahak. Saya dan suami hanya saling memandang sambil geleng2 kepala.

Ketika pulang, saya sempat memperhatikan sebuah kelas (sepertinya kelas 4 SD), deretan kursi berjejer dalam bentuk barisan dan kolom menghadap papan tulis di depan. Hmmmm, ekspektasi saya settingan kursi model CBSA sih (masih pada inget ga CBSA?) Walaupun demikian, Hasbi bersemangat sekolah di sini, karena di sini dia ketemu tanaman putri malu 🙂

Berikut daftar harganya untuk tahun 2013, karena pendaftaran baru di buka mulai Januari 2014. Kalau mau trial dulu bisa, selama 3 hari biayanya Rp. 300.000. Orang tua dilarang mendampingi tapi boleh mengintip melihat kondisi kelasnya

27276_330097950441973_540577911_n

Oiya, mulai tahun lalu, kelas 1 dibagi menjadi 2 kelas karena permintaan yang membludak. Menurut teteh resepsionis itu, saungnya sekarang dibagi 2 (hmmmm…. sempit dong?) Terus terang saya kurang tertarik kalau sudah ada kelas paralel seperti itu. Karena berdasarkan pengamatan saya di sekolah2 di Jakarta, kelas paralel berarti muridnya banyak dan gurunya banyak kurang mengenal satu sama lain, kehangatan dan kekeluargaan dari sekolah menjadi berkurang, dan terjebak dalam kondisi yang harus sistematis alias kurang personal. Semoga tidak terjadi di sini

Ulasan tentang Sekolah Alam Bandung saya temukan di sini … Foto2 di atas saya ambil dari blog lain, sesuai kondisi saat sekarang

Advertisements

Responses

  1. Selalu membeda2kan dengan Jakarta, pegel bacanya!!!
    Balik aja ke jakarta bu!!!

    Like

    • Ya ndak usah baca… gampang toh? 🙂

      Bersikaplah ksatria dengan meninggalkan jejak yang real. Respon dari yahoo, banyubiru51@yahoo.com adalah alamat email palsu

      Like

  2. makasih infonya 🙂

    Like

  3. Seorang teman, anaknya sekolah di sini. Dia cukup puas dgn kemajuan anaknya. Salah satu alasan kenapa dia menyekolahkan anaknya di sini, karena di sini mainnya jorok2an, baik utk anaknya yg obsesif pada kebersihan

    Dia mengakui ketika trial 3 hari, berasa dicuekin oleh sekolah seolah2 sekolah ga butuh murid, dan tahun2 pertama anak jadi terkesan liar karena memang dibebaskan utk itu, sebelum akhirnya capek sendiri dan berubah jadi kalem dgn sendirinya

    Yang menarik di sekolah ini adalah dorongan wirausaha yg cukup tinggi. Anak boleh jual makanan tiap hari

    Like

  4. Salam Bu, saya sudah menyekolahkan anak saya yg pertama disini. Memang betul yang Ibu tulis tentang kebersihan tempat, keamanan, dan keramahan resepsionis yang semuanya perlu lebih ditingkatkan. Tapi sejauh ini saya cukup puas dengan SAB karena pertama yang jelas anak saya menyukainya dan selalu semangat kalo mau berangkat sekolah. Kedua, satu kelas ada dua guru, dan guru2nya sangat mengerti kelebihan dan kekurangan Azzam. Ada target dan evaluasi dari guru untuk memperbaiki kekurangan tersebut (terutama dari sisi mental seperti kepemipinan, emosi, dll). Bentuk raport juga berupa narasi.

    Btw, jadinya masuk SAB tidak Bu anaknya ?

    Like

    • Gak sukses untuk trial mas. Udah berkali2 telp ke sana di jam kerja tidak diangkat. Dikasih oleh teman (yang anaknya sekolah di sana) no ibu Vina dan ibu Mira dari SAB, ditelp ga diangkat, di sms ga dibales. Yah, memang ga jodoh ngkali

      Anaknya kelas berapa mas? 2 orang teman saya anaknya kelas 4, mereka puas dengan SAB, tapi yang anaknya kelas 1 tidak merekomendasikan SAB, terutama karena jumlah kelasnya skrg ada dua, dan dibekukannya forum orang tua

      Like

      • Baru TK A

        Like

  5. assalamualaikum bu arlina, alhamdulillah artikel ibu tentang SAB bisa jadi referensi buat saya. kebetulan tahun ini putri saya mau masuk sd,dan SAB menjadi salahsatu referensi sekolahnya,dimana pada awalnya,SAB bukan pilihan,karena banyak rekan yg memberikan opini negatif tentang sekolah ini, seperti sekolah yg belum terakreditasi, lingkungan sekolah yg tanpa sekat,dll.tgl 13/01,saya bersama istri berkunjung ke SAB untuk mendapatkan informasi langsung.setelah diterima oleh bag admin dan dijelaskan dengan penjelasan yg standar,saya diijinkan untuk melihat-lihat sekolahnya.saya pun bertemu dengan salahsatu guru,yg ternyata mantan pengajar saya di bimbel KARISMA Salman ITB, namanya kang eko kurnianto.kita berdiskusi tentang pendidikan di SAB. Selain dengan beliau, kami juga berdiskusi dengan salahsatu orang tua murid kelas 6.Setelah berdiskusi panjang dengan istri, saya memantapkan hati untuk menyekolahkan putri saya disini. saat ini saya dan istri sedang “bergerilya” untuk meyakinkan kepada keluarga,karena keluarga kami banyak yg berprofesi sebagai pengajar,mengenai pilihan ini.

    Like

    • Alhamdulillah kalau cocok mas. Pada dasarnya memang ga ada sekolah yg fits-for-everyone. Kita aja sbg ortu yg harus jeli melihat kebutuhan anak spt apa

      Like

    • mas ari ditunggu review trial-nya

      Like

      • Selain SAB apakah ada sekolah alam lain di Bandung, terutama daerah Bandung Barat?

        Like

      • Wah maaf saya ga tau, tapi kalo Bandung Barat coba cek di Taman Pendidikan Firdaus Percikan Iman, kalau Bandung Timur Tunas Unggul…. IMHO sih keduanya ok

        Like

  6. bunda arlina, akhirnya hasbi masuk sd mana? krn saya sampai saat ini jg msh bingung masukin ke sd mana?

    Like

  7. Bermanfaat blog dan komen-komennya. Waktu TK anak saya katanya masuk ke type kinestetik, jadi gak bisa diem…mirip bapaknya dulu. Pengalaman saya dulu, saya jadi minder krn dibilang bandel dan gak konsen dikelas. Gak mau itu terjadi pada anak saya, akhirnya saya akan masukkan anak saya ke sekolah alam bandung. Mudah2an tahun ini bisa masuk disana.

    Like

    • Hahaha jaman kita tk/sd dulu emang ga ada tempat utk “anak bandel” ya pak?

      Like

  8. mau tanya bu, sekarang ini (des 2015), jumlah siswa sekolah alam ada berapa ya? TK ada brp, SD dan SMP ada berapa? nuhun infonya

    Like

    • Wah, saya ga tau pak, silakan langsung hub TU-nya di no +62 822-1881-1820

      Like

      • oke bu, terima kasih..

        Like

  9. Wah semoga thread ini terus dikelola mba Lily. Anak saya juga tipe kinestetik-sensorik dan sekarang sekolah di Sekolah Alam Indonesia. Berhubung saya mutasi ke Bandung, saya sedang mencari sekolah alam di Bandung yang satu visi dengan SAI. Terima kasih ulasan kebersihan, ketertiban, dan keamanannya, terutama mengenai kesan awal “resepsionis” karena itu sangat penting.

    Saya kira wajar mba Lily bandingkan dengan Jakarta. Saya saja sangat puas dengan hasil konsep SAI, karakter anak sudah mulai terlihat perbedaannya dengan yang dari sekolah konvensional padahal baru kelas 3. Terus terang saya belum menemukan yang sebagus itu di Bandung, sementara itu di Bandung kayaknya cuma SAB di Dago dan SAP di Rancaekek ya.

    Like

    • SAI itu yang di Depok ya? Kenal sama Ananto Pratikno dong? SAI dan SAB masih “sodaraan” kah? Kirain berdiri sendiri2

      Iya mba, ga cuma di SAB sih, umumnya provider pendidikan di Bandung begitu, ya mungkin karena customernya ga secerewet customer Jakarta hehehe

      Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: