Posted by: lilyardas | July 30, 2009

Sugiono

Tadi sore saya berkenalan dengan Sugiono. Dia tidak ada hubungannya dengan Christian Sugiono. Nasibnya jauh berbeda dengan mas2 ganteng itu. Sugiono yang ini usianya baru 1,5 bulan. Rumahnya di pertigaan Depkeu dan Senen, tepatnya di gerobak barang loak yang beralih fungsi menjadi rumah, tempat tidur sekaligus lemari baginya, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya. Orang tuanya tidak tampak risih, sedih ataupun gusar dengan keadaan sebagai gelandangan. Bahkan Bapaknya (yang ternyata sudah berusia 60an itu) tampak bangga dengan anak ketiganya ini

Saya tertarik menyapa keluarga ini, karena melihat seorang bayi – yang ternyata bernama Sugiono – begitu asiknya menyedot susu dari botol yang diulurkan Bapaknya. Tak peduli dengan bising dan debu yang lalu lalang di sekitarnya. Mukanya bruntusan seperti alergi. Ya gak heran, namanya juga tinggal di pinggir jalan. Awalnya saya sangka itu bayi perempuan, karena mengenakan jilbab. “Ini biar kepalanya anget aja,” jelas si Bapak.

Sebenarnya saya sudah tertarik sejak lama dengan bayi mungil ini. Beberapa kali, saya lihat seorang bayi merah digendong ibunya di pertigaan tersebut. Terbersit rasa kasihan saya kepada bayi tersebut. Pada saat saya berjuang memberikan yang terbaik untuk anak saya, si bayi mungil ini hanya mampu mendapatkan perawatan ala kadarnya dari orang tuanya.

Sejumlah bantuan bantuan barang, pakaian, mainan saya tawarkan kepada si Bapak.

“Gak usah lah mbak, kami sudah dapat mainan dan pakaian banyak dari orang2. Tuh ada di bawah.” katanya sambil menunjuk isi gerobak, yang juga menjadi alas tidur Sugiono.

“Jadi kira2 apa dong pak yang bisa saya bantu?” tanya saya

“SGM aja lah. Sugiono sudah jarang nyusu dari ibunya. Gak mau dia. Anak2 saya yang lain juga masih pada minum susu,” jawab si Bapak tanpa terkesan meminta2.

Segera saya ulurkan uang ala kadarnya sembar berkata, “Ini deh pak, buat beli SGM.”

“Terima kasih ya Tante,” kata si Bapak sambil membelai kepala Sugiono. “Tuh, bilang terima kasih dong sama Tante.”

“Dadah Sugiono, dadah Tri,” kata saya melambaikan kepada Sugiono dan kakaknya Tri yang berusia 1,5 tahun (seumur Hasbi bo!)

Tri tersenyum manis melambaikan tangan kepada saya

Saya melangkah lagi menuju tempat penitipan anak dimana Hasbi saya titipkan. Bersyukur. Tentu itu yang bisa saya ucapkan pada saat itu tentang keberadaan saya. Semoga suatu hari saya bisa membantu Sugiono dari pada hanya sekedar susu SGM. Dan semoga suatu hari saya bisa membantu Sugiono-sugiono lainnya.

Amin….

PS: semenjak punya anak, gue emang jadi mellow 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: