Posted by: lilyardas | August 12, 2008

Saya gak perlu asuransi jiwa!

Yakin nih? Wah, tandanya dia belum punya pengalaman jualan piano buat beli makan…

Kasus 1

Orang tua saya meninggal ketika saya masih tingkat I di sebuah universitas, sedangkan kakak tertua saya, baru saja lulus kuliah di bawah ancaman DO (karena gak lulus2 :D). Ketika meninggal orang tua saya meninggalkan harta berupa rumah, tanah dan sedikit uang.

Tahun pertama, rumah tersebut berhasil kami sewakan ke para expatriate. Tapi seiring dengan krisis ekonomi yang melanda pada saat itu, dunia properti semakin tak menentu. Termasuk rumah kami yang gagal disewakan berbulan2. Akibatnya uang yang tersisa habis untuk membiayai perawatan rumah berkekuatan listrik 13.200 watt tersebut. Berbagai upaya dilakukan untuk menjual rumah andalan kebulan dapur. Tapi apa daya, namanya juga lagi krismon, siapa juga yang mo beli rumah mewah?

Sampai suatu hari, saya dipaksa kakak2 saya untuk merelakan piano kesayangan untuk dijual. Dengan alasan, “kita gak punya uang lagi untuk makan bulan depan.” Duh, ngenesnya. Lebih ngenes lagi rumah tersebut akhirnya berhasil dijual dengan harga BU (alias butuh uang)

Kasus 2

Teman saya, sebut saja namanya Sekar, ditinggal orang tuanya ketika masih kuliah. Sebagai anak tertua dari 4 bersaudara, mau gak mau Sekar terpaksa mencari cara agar adik-adiknya bisa terus sekolah (yang paling kecil masih SD kala itu). Mulai dari berdagang apa pun yang bisa dijadikan duit, sampai bikin bisnis antar jemput bagi anak SD dekat rumahnya, mengandalkan sebuah mobil Kijang peninggalan orang tuanya.

Sampai saat ini, Sekar rajin membawa segala barang dagangan ke kantor, mulai dari seprai, coklat valentine etc. Denger2, sekarang dia lagi pusing cari dana 10 juta untuk menyekolahkan adik bungsunya masuk SMA.

Teman-teman yanglain sampai memuji ketegarannya yang gak pernah keliatan sedih. Komentarnya “Gue gak punya waktu untuk sedih. Waktu gue cuma mikirin gimana caranya menghidupi adik2 gue”

Kasus 3

Email dari sekertaris kantor, mengenai janda salah satu almarhum karyawan kantor

Ibu Anwar (bukan nama sebenernya) udah ada di Jakarta. Beliau ngobrol banyak ke saya lagi butuh sekali uang, karena uang pensiun nya habis.. kemarin ngurus pemakaman dll habis 3 juta itu pun dari saudara2 pak Anwar.. Pak Anwar meninggal di Jawa.. ternyata 4 hari disana mau ketemu Ibu nya .. meninggal disana.. jadi anak dan istrinya di Jakarta.

Anaknya yang kedua masih semester ke 4, kuliah di Universitas X .. Anaknya tertua udah kerja di perusahan Y, masih kontrak, dan paling kecil tahun ini mau masuk SMA.

Anaknya kedua butuh untuk  biaya kuliah per semester 4 juta.. siapa tau diantara teman2 ada yang mau membantu untuk jadi orang tua asuh atau dari kita masing2 mau kasih berapa untuk mengurangi bebannya.”

Jadi masih yakin kalo gak perlu asuransi jiwa? Kalo gitu, jangan lupa siapkan piano atau mobil kijang untuk anak anda 😀 …. plus jangan berhutang

 

Advertisements

Responses

  1. Bisa aja lily jualannya..

    Like

  2. Ummm…jd berfikir 🙂

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: