Posted by: lilyardas | November 1, 2007

Komunitas Muslim di Hawaii Hanya Ada 1 Masjid

Published in NOOR Magazine, November 2007

Bentuknya sederhana, hanya seperti rumah biasa, dicat putih, dilengkapi dengan pohon-pohon yang rimbun dan beberapa area parkit. Masjid Manoa merupakan satu-satunya masjid yang ada di Hawaii, negara bagian Amerika Serikat yang terletak di Samudra Pasifik. Masjid ini dikelola oleh sebuah organisasi bernama Muslim Association of Hawaii (MAH).


Saat ini memang masih hanya ada satu Masjid yang berdiri di negara bagian Hawaii, tepatnya di pulau Oahu, dimana kota Honolulu berada. Menurut website Islamic Information Office in Hawaii, saat ini beberapa warga di pulau-pulau lain sedang menjajaki upaya untuk membangun Masjid untuk komunitas Muslim di sana.

Cikal bakal Masjid

Muslim Association of Hawaii (MAH) awalnya dikenal sebagai The Muslim Student Association (MSA). Lebih kurang 40 tahun yang lalu, beberapa mahasiswa Muslim dari University of Hawaii merasakan perlu dibentuknya sebuah organisasi kemahasiswaan berbasis agama Islam. Untuk itu, dibentuklah MSA yang terdiri dari mahasiswa Muslim asal India, Pakistan, Afghanistan, Indonesia, Malaysia dan Timur Tengah. Mereka berkumpul, mengaji dan shalat di sebuah gazebo di suatu pojokan University of Hawaii.

Tahun 1979, MSA resmi menjadi organisasi Muslim yang terbuka bagi seluruh warga Muslim di Hawaii. Walaupun 90% dari anggotanya bukan pelajar/mahasiswa, kata Student dalam MSA tetap dipertahankan karena pengurus MSA percaya bahwa setiap Muslim wajib terus belajar sepanjang hayatnya.

Organisasi ini kemudian berusaha untuk mengumpulkan dana untuk membangun Islamic Center di Hawaii. Seorang pebisnis asal Saudi Arabia yang menyembunyikan identitasnya, menyumbangkan sejumlah uang yang cukup untuk membeli sebuah bangunan untuk dijadikan Masjid, juga lahan untuk kuburan Muslim. Pada tahun itu juga, MSA membeli sebuah rumah tidak jauh dari University of Hawaii yang kemudian direnovasi menjadi sebuah Masjid, yang dikenal sebagai Masjid Manoa.

Bangunan Masjid ini terdiri dari 2 lantai. Lantai pertamanya dibongkar menjadi sebuah aula besar untuk tempat shalat pria, dan sebuah ruangan lebih kecil untuk tempat shalat wanita. Selain itu lantai pertama ini dilengkapi dengan perpustakaan sederhana dan kantor pengurus. sedangkan lantai dua terdiri dari 5 ruang tidur yang disewakan untuk mahasiswa Muslim yang kuliah di Hawaii. Uang sewa ini merupakan salah satu sumber dana untuk pengembangan Masjid.

Pada tahun 1990, MSA sempat dibubarkan oleh pemerintah provinsi Hawaii, karena kelalaian MSA dalam proses registrasi organisasi, yang menjadikan MSA menjadi organisasi massa yang tidak terdaftar. Organisasi ini kemudian diresmikan kembali secara legal dengan nama Muslim Association of Hawaii (MAH) di tahun 1997

Tidak hanya untuk ShalatHawaii adalah negara bagian Amerika yang ke-50. Terletak di area tropis di tengah-tengah Samudra Pasifik, Hawaiii berpenduduk lebih kurang 1,200,000 jiwa. Banyak yang menyangka, karena merupakan bagian dari Amerika, seharusnya Hawaii didominasi oleh warga kulit putih. Tapi pada kenyataannya, ras Asia (Jepang, China, Filipina dan Vietnam) mendominasi komposisi penduduk Hawaii, yaitu sebanyak 42%, sementara kulit putih sebanyak 27% dan warga asli Hawaii hanya 10%. Sisanya merupakan bangsa lain seperti Timur Tengah dan ras kulit hitam, termasuk diantaranya mengaku memiliki dua atau lebih ras, hasil pernikahan antar ras di Hawaii sejak masa lampauDari total penduduk Hawaii, diperkirakan terdapat lebih kurang 3,000 orang Muslim di Hawaii. “Tapi warga Muslim yang aktif Masjid ini mungkin hanya sekitar 300 orang,” tutur Filiz, seorang ibu rumah tangga keturunan Turki yang merupakan salah satu staf pengajar di Masjid ini. Menurutnya, tidak banyak kegiatan rutin yang diselenggarakan di Majid ini. Selain dibuka tiap hari untuk kegiatan shalat lima waktu, Masjid ini dipenuhi bagi mereka yang melakukan kegiatan shalat Jumat. Pada Sabtu malam, Masjid mengadakan acara potluck yang merupakan tradisi kumpul-kumpul ala warga barat. Potluck berarti acara silaturahmi sambil membawa penganan masing-masing. Tujuannya agar tuan rumah atau penyelenggara silaturahmi tidak perlu repot untuk menyiapkan makanan bagi para tamunya. Kegiatan lain yang diadakan Masjid ini adalah sekolah Minggu yang diberi nama Nooran Islamic School. Sekolah yang digerakkan para relawan Muslim ini dibuka untuk anak-anak dan remaja untuk pelajaran Agama, mengaji dan bahasa Arab

Kebebasan BeragamaTidak banyak warga Hawaii yang mengerti mengenai Islam atau pun jilbab. Saya pun merasakannya ketika berada di negara hula-hula tersebut. Tidak jarang saya mendapati orang menatap saya heran dengan kostum saya yang sangat tertutup ini. Apalagi warga yang sudah lanjut, mereka dengan tidak segan-segannya menatap saya dari kepala sampai ke kaki, kembali lagi ke kepala. Bahkan ketika berpapasan, mereka berjalan sambil memutar leher mereka melihat saya berjalan ke arah yang berbeda. Mungkin mereka heran, kok ya udara panas saya malah berpakaian tertutup. Maklumlah, dengan pantai sebagai pusat utama wisata di Hawaii, umumnya orang berpakaian semi-terbuka dalam kesehariannya.Hal tersebut diamini oleh Hana, seorang siswa SMA kelas akhir yang jadi tenaga pengajar untuk sekolah Minggu. Dia tertawa-tawa ketika saya bilang merasa seperti alien kalau berjalan di pusat kota. Menurutnya hal itu pun terjadi pada dirinya dan teman-teman Muslimah lainnya, baik di tempat umum maupun di sekolah. Untungnya di Hawaii tidak ada hukum yang melarang siswanya untuk mengenakan pakaian yang menunjukkan agama mereka, seperti yang terjadi di beberapa negara bagian di Amerika maupun di beberapa negara di Eropa. Untuk urusan kesamaan hak, negara bagian Hawaii memang sangat menjunjung tinggi anti-diskriminasi, baik berdasarkan gender, usia, suku, agama, ras, bahkan orientasi seksual (wah, untuk yang terakhir ini, tentunya saya tidak setuju…)Kebebasan beragama ini dirasakan juga oleh beberapa remaja Muslim di Hawaii dalam wawancara mereka dengan Mona Darwich (2005) yang menyusun tesis sarjananya di bidang Sosiologi. Menurut mereka, Hawaii adalah tempat yang paling nyaman bagi Muslim dibandingkan kota-kota lain di Amerika daratan. Hal ini pula yang menjadikan salah satu alasan orang tua mereka pindah ke Hawaii. Mungkin karena di Hawaii tidak ada ras atau agama yang mayoritas, sehingga mereka tidak merasakan diskriminasi yang mereka rasakan di Amerika daratan. Untuk melaksanakan shalat 5 waktu, beberapa siswa bahkan mendapatkan bantuan dari guru mereka menggunakan ruangan tertentu untuk keperluan shalat.

Bagi para remaja Muslim ini, salah satu kelebihan dari warga Hawaii ini adalah bertanya, daripada menghakimi. Di dunia Barat, Islam dikenal sebagai agama yang anti perdamaian. Sementara cap tersebut tidak dikenal di Hawaii. Umumnya mereka hanya bertanya, bila mereka melihat sesuatu yang tidak biasa, seperti ketika orang melakukan shalat atau ketika mereka tidak mau minum bir seperti yang lain. Juga ketika para remaja Muslimah mengenakan jilbab ke sekolah.

Hal yang terakhir pernah pula saya rasakan. Suatu hari, ketika saya sedang berjalan di pusat kota, 3 orang lokal Hawaii menyapa saya. ”Excuse me, boleh tau gak kebangsaan kamu apa?” Saya hanya tersenyum ramah dan menjawab singkat, ”Indonesia.” Kemudian mereka sibuk berdiskusi, apakah Indonesia itu sebuah negara di dekat Mexico atau Jepang J. Akhirnya saya menemukan bahwa mereka memanggil saya karena mereka tertarik melihat jilbab saya yang berwarna-warni. “Kamu Muslim ya? Tutup kepala kamu bagus lho, warna-warni banget.” Saya hanya mengucapkan terima kasih, dan mengangguk ramah sebelum melanjutkan perjalanan saya.

Di lain waktu saya mengajak teman pria saya untuk joging di sore hari. Dia melotot ke arah saya dengan terkejut. ”Heh? Kamu? Joging?” katanya sambil sedikit berteriak. Saya hanya memandang dia dengan bingung, emang ada yang salah kalau saya joging? ”Saya gak pernah lihat wanita Muslim yang mengenakan tutup kepala yang joging.”

Saya hanya tertawa dan berkata padanya mungkin karena dia belum pernah lihat wanita Muslim joging di negaranya. Saya jelaskan kalau di Indonesia banyak wanita yang joging, walaupun mengenakan jilbab. Teman saya itu hanya bergumam kalau saya dan kegiatan joging saya harusnya diliput oleh berita-berita TV, seperti CNN dan sebagainya. Saya hanya terbahak mendengarnya.

Pengaruh serangan 9/11

Salah satu tema menarik mengenai Islam di Amerika tentunya imbas dari penyerangan World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Sedikit banyak kejadian tersebut malah menguntungkan syiar agama Islam di Amerika Serikat. Para pemuka agama Islam mencatat jumlah warga Amerika Serikat yang berpindah ke agama Islam, meningkat empat kali lipat. Hal ini juga terjadi di Hawaii. Hakim Ouansafi, pimpinan MAH, dalam wawancaranya dengan harian lokal Honolulu Advertiser mengatakan jumlah mualaf di Hawai setidaknya bertambah tiga orang perbulan.

Uniknya, ketika umumnya bangsa Barat mencap Islam sebagai agama yang mengkungkung wanita dari kepala sampai kaki, jumlah mualaf di Amerika Serikat lebih banyak dari kalangan wanita, yaitu 4 berbanding 1. Sedangkan di Hawaii perbandingannya adalah 2 berbanding 1. Umumnya para mualaf ini datang dari ras kulit hitam, yang menjadikan ras kulit hitam merupakan 1/3 dari total Muslim di Amerika Serikat. Sebagian diantara mereka mengaku menemukan jalan Allah ketika mereka di penjara atau di pusat rehabilitasi narkoba dan minuman keras. Di Hawaii sendiri, umumnya mualaf berasal dari kaum Nasrani. Ouansafi memaparkan penyerangan yang dikenal dengan nama September Eleven tersebut menyadarkan seorang mualaf akan pendeknya hidup manusia di dunia.

Kepada harian Honolulu Advertiser, Cromwell Crawford, pimpinan departemen agama di University of Hawaii membenarkan pendapat tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut merubah pandangan warga Amerika Serikat yang menjadi lebih peduli dengan hubungan antar keluarga, rasa kebangsaan dan pandangan terhadap agama. Tidak hanya Islam, agama lain pun mengalami penambahan jumlah jamaah

Lalu, mengapa umumnya mualaf di Amerika Serikat berasal dari kaum wanita? Crawford berpendapat bahwa dalam mengekspresikan perasaan dan spiritual, wanita lebih mendalam dibandingkan pria. ”Coba Anda cek di gereja-gereja, jumlah jamaah di sana lebih banyak dari pada pria.”

Tidak hanya dalam kelompok-kelompok agama, dalam kelas-kelas yang membahas isu-isu etikal, jumlah wanita juga lebih banyak. ”Wanita umumnya memang lebih relijius daripada pria,” paparnya. ”Karena wanita melahirkan, maka mereka bersentuhan erat dengan proses kehidupan.”

Advertisements

Responses

  1. Alhamdulillah ternyata ada masjid di Hawai. Saya dari Pesantren Madinatunnajah dapat undangan dari East West Center untuk program pertukaran guru bersama 45 peserta dari pesantren-pesantren di Indonesia. Rencana kegiatan dilaksanakan mulai 14 sd 6 November. Tolong beritahukan kami bekal apa saja yang penting kami bawa (pakaian, makanan, peralatan dll). terima kasih atas bantuannya. Selamat menunaikan Ibadah puasa.

    Like

  2. Kalu yang ini bisa nolong gak pak? Tapi ini konteksnya ke kampus saya dulu sih pak. https://lilyardas.wordpress.com/2007/08/09/to-do-list-before-going-to-jaims/

    Kalo mo lebih detail, bisa hubungi teguh_timur@yahoo.com.. beliau ketua perhimpunan mahasiswa indonesia di amerika (permias) cabang hawaii. Dia mahasiswa di EWC juga

    Like

    • Assalamualaikum.wr.wb Mbak/mas…apakah saudara sekarang di hawai posisinya…saya mau ke hawai mbak..naik kapal apakah ada yang bisa dititpkan di indonesia..???

      Like

      • Walaikum salam, saya di Indonesia

        Like

  3. ass.gima caranya ak bisa bergabung dgn komunias muslim di hawaii.081340286917

    Like

    • ini website Muslim Association in Hawaii… detail contact personnya ada di web tsb… tapi orang indonesia relatif gak ikut ke sana sih, mereka bikin pengajian sendiri sesama indonesia… untuk info ttg komunitas indonesia bisa kontak bapak teguh timur di alamat email di atas

      Like

  4. Assalamualaikum wr wb.
    Salam ukhuwah. Saya Mala, dari Rumah Aqiqah. Rumah Aqiqah memiliki program “Berbagi untuk Negeri” dalam rangka membantu saudara-saudara kita di berbagai pelosok tanah air. Alhamdulillah selama ini kami telah bekerjasama dalam penyaluran aqiqah berbagai lembaga kemanusiaan di luar negeri, seperti Muslim Aid Asia, Muslim Aid Australia, fahima jepang, Ace Global dan Human Concern International. Dalam memudahkan penyaluran, rumah Aqiqah telah membuka 17 cabang diberbagai kota di Indonesia.

    Info bisa menghubungi saya di messenger mala15_fathiya@yahoo.com atau line telepon +62 22 731 64 44

    Terimakasih.

    Wassalamualaikum wr wb

    Like

  5. magirb ini denger adzan dari masjid manoa hawaii di radio kayu manis, subhanalloh merdunya, cari informasi lebih lanjut akhirnya dapat juga, makasih buat infonya bermanfaat banget, klo boleh saya mau share ke yang lain, supaya yang lain dapat ilmu jg

    Like

    • silakan mas, semoga bermanfaat

      Like

  6. Assalamualaikum,,
    Ijin share gan

    Like

  7. Assalamualaikum.wr.wb…mohon info saudara yang dari indonesia yang menetap di hawai …soalnya saya mau ke haway..mohon chat wa 082257826969 atas nama ricky.saya berangkat pakai kapal…3 juni berangkat..mohon infonya..email rickyhandoko358@gmail.com

    Like

    • wah gak tau mas, saya ke Hawaii 9thn yang lalu… Naik kapal berapa lama tuh mas ke Hawaii?

      Like

      • Owalah kirain ada yang disana…barang kali mbak mempunyai kontak person yang disana yang masih komunikasi siapa ya mbak..ada tidak..kira2 10 harian mbak naik kapal…

        Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: