Posted by: lilyardas | July 26, 2007

Jul 25: Edo Museum and Tokyo Bus Tour

Jam 8 pagi Dai udah jemput untuk berangkat ke pusat kota. Jadwal kali ini ke Edo Museum, yang menceritakan sejarah Tokyo pada masa pemerintahan dinasti Tokugawa di tahun abad 17-19. Selama 1 jam kita diajak puter2 museum yang menceritakan kebudayaan di jaman tersebut. Hmm, agak susah cerita tentang museum Edo di sini, secara tour guide-nya ngejelasinnya lompat2.

Intinya Edo itu adalah nama kota Tokyo pada masa itu. Dan pada saat itu, kota Tokyo atau Edo, mengaplikasikan politik isolasi, dimana kota Edo tertutup bagi semua orang asing. Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan kota Edo dari pengaruh kolonial, dan juga untuk mempertahankan budaya asli Jepang agar tidak terpengaruh budaya luar. Ini yang menyebabkan budaya Jepang mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari mereka dan tetap terpelihara sampai sekarang.

Kita makan siang di World Trade Center Building (heran… tiap negara punya kali ya gedung namanya WTC). Kita makan di restoran siap saji yang khusus menyediakan kari. Yang lucunya dari restoran ini, tempat duduknya hanya sekitar 20 kursi yang bentuk dan lay-out seperti meja bar. Untuk membeli makan, pengunjung harus membeli tiket di vending machine dan ngantre. Ketika tempat duduk kosong, pengunjung baru bisa duduk di bangku tersebut dan makanan yang dipesan melalui vending machine tadi langsung tersedia. Gak enaknya, kita makan gak bisa duduk bareng atau deketan dengan teman2 kita, and makan gak bisa lama2, karena begitu kita selesai makan, piring langsung diangkat dan pengunjung yang ngantre langsung celingak-celinguk ke arah bangku kita. Hehehe… jadi kayak robot aja, makan hanya untuk mengisi perut. Sementara kalo di Indonesia kan, waktu makan adalah waktunya untuk bersosialisasi sambil ngobrol2 dan rileks sejenak.

Selesai makan siang, kita dipesenin tiket bus tour keliling Jepang. Wah tujuan wisatanya hampir sama dengan tujuan wisata yang saya lakukan 23 tahun yang lalu bersama alm Mama, alm Papa dan kakak saya. Teman2 saya ampe bosen, bulak balik saya bilang ”waaa… dulu kan saya foto2 di sini sama papa saya”…. ”waaaa…. dulu saya dan mama saya ke sini juga”. Di tour wisata ini kami mengunjungi Tokyo Tower, Imperial Garden Palace, Asakusa Temple dan berakhir di area pertokoan eksklusif di Ginza.

Biar kata pertokoan ekslusif, bentuk Ginza ini kayak2 Glodok. Secara bangunan tokonya kecil2 tapi bisa tinggi sampe 5-6 lantai. Belum lagi semrawut dengan bilboard dan segala bentuk out door advertising lainnnya. Pusiiiingg….

Di Ginza ini saya janjian ketemu temen lama saya yang lagi dapet beasiswa kuliah di Jepang untuk 2 tahun. Namanya Yui, anak Thailand. Kita janjian di most favorite meeting point di Ginza, yaitu Wako Clock Tower Building, yang di Jepang dibaca sebagai ”Kuroku Touro” (Clock Tower) Hehehe…. Emang lidah Jepang yang rada2 pelo ini, merusak bahasa Inggris orang. Yui sampe ngeluh, kemampuan bahasa Inggris-nya rusak gara2 prononciation orang Jepang yang gak jelas itu.

Setelah ngobrol2 beberapa jam di sebuah ice cream cafe, akhirnya kita pisahan menuju rumah masing2.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: