Posted by: lilyardas | July 23, 2007

Jul 22: “Hospitality” in Japan

This is the worst trip I’ve ever done before…. Ever! Seperti yang sudah dijelaskan pihak Fujitsu, mereka tidak akan menjemput kita di airport. Mereka minta kita naik kereta sendiri ke area Kawasaki, dimana guest house-nya Fujitsu berada. Katanya ”biar ngerasain experience-nya Jepang secara mendalam”. Untung banget kita pergi ke Jepang bareng Akiko dan Takuya, our classmates. Secara kita gak ada yang bisa bahasa Jepang, petunjuk arah yang berbahasa Inggris terbatas, dan orang2 yang kalo ditanya, agak2 gak dong.

Fujitsu cuma ngebujetin kita untuk menyimpan 1 koper di baggage storage di airport. Koper yang 1 lagi, yang beratnya 30 kg itu, kudu kita bawa sendiri naik kereta… plus gembolan backpack, tas laptop and kantong2 belanjaan.

Kita harus naik kereta 3 kali ganti, plus naik turun tangga (beberapa stasiun gak punya elevator ataupun eskalator), ngegembolin koper2 yang berat itu, and ngangkat koper dari peron ke dalam kereta. Gak seperti di beberapa negara lain, di Tokyo ini level ketinggian peron dan kereta berbeda, lagipula jarak peron dan kereta agak beberapa centi, jadi koper harus diangkat gak bisa didorong kalau gak mau rodanya kejeblos. Karena pintu kereta cuma terbuka 1 menit, itu koper saya tendang aja masuk kereta hehehe

Yang kasian Tom, secara dia cowok sendirian, ngebantuin cewek2 ringkih ini ngangkut koper. Dan seperti yang sudah dikasih tau host mother saya di Hawaii, di Tokyo kalo kita kesulitan ngangkut koper, gak kan ada yang ngebantu seperti layaknya di Hawaii. Cuma ada 1 bapak2 Jepang yang excited banget ketemu saya, karena ternyata dia bisa bahasa Malaysia sedikit, dia excited ngajakin kita ngobrol, terus cabut…. yeee, bantuin nape pak?

Sempat saya tanya ke Takuya, apakah ini corporate culture atau country culture, membiarkan invitees untuk jalan sendiri ke tempat tujuan. Menurut Takuya, gak banyak perusahaan yang punya mobil kantor, kecuali untuk para direktur, secara punya kendaraan sendiri di Tokyo sangat mahal, terutama urusan parkir. Biasanya kalau ada tamu, wakil dari perusahaan menjemput ke airport, dan bareng2 ke kantor atau hotel naik kereta atau bus (taksi mahal bo di sini).

Perjalanan Narita-CCC memakan waktu hampir 3 jam, secara emang jauh, dan jalan kita yang terseok2. Untung di guest house ternyata pake lift. Kalo cuma tangga doang, bisa mampus beneran kita.

Kamar di guest house, asik deh. One person one room, single bed, lengkap dengan kamar mandi and small kitchen. Cooking utensils, laundry, iron tersedia for free (tapi nyuci ama nyetrika sendiri). Internet bisa dipake di lobby lounge. Jadi lah sekarang kita berlima ngerubung di lobby cek2 email and bikin materi presentasi buat ke kantor Fujitu besok siang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: