Posted by: lilyardas | July 17, 2007

Cool Running – the movie

Saat ini saya sedang nonton film komedi produksi Walt Disney, ”Cool Running” di Cable channel TBS. Ini kali kesekian bagi saya nonton film produksi tahun 1993 ini. Saya masih inget saya nonton pertama kali di Regent Theater bareng sahabat saya, Meitiya, semasa masih duduk di bangku SMA. Yang saya ingat dari film ini, cuma 1 kata.. Kocak! Saya masih inget betapa kencangnya suara saya nonton film ini di bioskop, saya tawa saya masih hampir sama kencangnya setelah nonton kesekian kalinya di TV.

Film yang diinspirasi dari kisah nyata ini, menceritakan pertama kalinya Jamaika bergabung dalam olimpiade musim dingin untuk kategori bobsled.
Cerita ini diawali dengan gagalnya Derice dalam pertandingan kualifikasi sprint Olimpiade musim panas tahun 1988. Gara2nya kakinya kesandung salah satu kandidat, Junior. Karena tidak mau menunggu kesempatan berikutnya 4 tahun lagi, Derice terinspirasi untuk ikut Olimpiade musim dingin di Calgary, Canada, di tahun yang sama. Apalagi mantan pemegang medali emas bobsled dari US, Irving, ternyata tinggal di Jamaika. Ide gila tentunya, secara Jamaika yang terletak di Karibia, bukanlah negara 4 musim.

Derice sibuk merayu Irving untuk melatih tim bobsled pertama dari Jamaika. Derice mulai membantuk tim-nya. Mulai dari merekrut sahabatnya Sanka, sampai merekrut Junior dan Yul, yang juga korban kesandung kaki Junior dalam babak kualifikasi sprint Olimpiade musim panas.

Hanya dalam waktu 3 bulan, mereka berhasil mempersiapkan kekuatan fisik, mental dan financial, walaupun harus ditertawakan kiri-kanan dari para calon sponsor. Sesampainya di Calgary, tekanan terus berlanjut, terutama dari negara2 Eropa yang menertawakan keberadaan satu2nya negara tropis yang hadir di kompetisi bobsled. Tapi kegigihan mereka ternyata membawa mereka ke babak final, yang membuat dunia menaruh simpati kepada mereka. Sayangnya, karena dana yang terbatas, mereka hanya sanggup membeli bobsled murahan yang di final membawa mereka pada kecelakaan.

Walaupun gagal, kemunculan mereka di tahun 1988 ini membuktikan bahwa mereka adalah atlet yang tangguh. Di akhir cerita disebutkan bahwa mereka kembali 4 tahun kemudian mereka hadir kembali dalam Olimpiade musim dingin sebagai lawan yang sepadan.

Dari websait http://www.jamaican.com/, disebutkan bahwa di tahun 1992, tim bobsled asal Jamaika ini sukses meraih posisi ke-14 mengalahkan US, Perancis, Rusia dan Itali. Prestasi demi prestasi mereka raih, termasuk mengalahkan juara dunia Swiss dalam suatu event.

The moral of the story of course “Never give up on your dreams….there is nothing is impossible in this life” Walaupun demikian, Wikipedia mencatat bahwa film ini rada2 hiperbolik:
Nama2 tokoh dalam film ini adalah tokoh fiksi, walaupun beberapa sumber mencatat bahwa ide pembentukan dari tim bobsled ini diinspirasi dari olah raga tradisional pushcart race dan atlet sprint
Pelatih Irv adalah tokoh fiksi. Dalam kenyataannya, Jamaika memiliki beberapa trainer dan tidak ada satupun yang pernah kena kasus didiskualifikasi dari pertandingan
Dalam film ini, Junior terpaksa menjual mobilnya untuk mendanai kepergian mereka ke Calgary. Pada kenyataannya mereka berangkat dengan dana dari para sponsor

Kapten bobslede yang asli, Devon Harris (http://www.devonharrislive.com/) saat ini merupakan seorang motivational speaker dan merilis buku inspirationalnya ”Yes, I can” di tahun 2006 lalu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: