Posted by: lilyardas | May 23, 2007

May 21: Good Bye Eyang Kendro

Hari ini saya dikejutkan oleh kabar wafatnya Eyang Kendro, salah satu warga Indonesia yang paling dihormati di Hawaii ini, tidak hanya di kalangan warga Indonesia sendiri, tapi juga di lingkungan dimana Almarhum banyak berkontribusi.

Saya bertemu pertama (dan terakhir kali), ketika datang ke pertujukan gamelan di University of Hawaii beberapa waktu yang lalu. Dari wajahnya memang sudah terlihat sangat ramah, dan ternyata menurut rekan2 Permias Hawaii, Almarhum memang orang yang disayang oleh mahasiwa Indonesia di sini dan berjasa dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia, terutama kebudayaan Jawa, kepada Hawaii dan Amerika Serikat. Saya sempat berbincang dengan almarhum tentang kepindahannya ke Amerika di tahun 1950-an, tentang anaknya Noni yang kuliah di Bandung, tentang Gamelan Jawa yang dicintainya dan lain2.

Berikut kutipan email dari milis Permias Hawaii, mengenai almarhum:
“Pak Kendro bukan hanya memperkaya milis Permias Hawaii dengan cerita-ceritanya,tapi juga berjasa dalam membantu masyarakat Indonesia di Hawaii dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada Hawaii dan Amerika Serikat. Seperti semua anggota milis ini sudah sangat faham, Pak Kendro adalah penggemar kebudayaan Jawa. Pada jaman sekarang, sulit untuk mencari orang disini yangmasih begitu gemar dengan kebudayaan Jawa setelah begitu lama tinggal di luar negeri. Ini juga bisa dijadikan tauladan yang berharga bahwa biar anda pindah keluar negeri biar untuk 40 tahun, kebudayaan asal itu masih patut dipelajari dan dipertahankan seperti Pak Kendro. Jika Pak Kendro ingin, tentu dengan gampangnya Almarhum bisa menjadi sablonan orang Amerika, tapi justru Almarhum berlaku sebaliknya.

Pak Kendro juga bekerja sambilan sebagai penterjemah Indonesia untuk pemerintah disini. Saya tidak tahu tugas Pak Kendro yang terperinci, tapi saya faham bahwa dalam kasus dimana, seumpamanya, imigran Indonesia gelap pencari suaka hanya bisa berbahasa Jawa ngoko dan hanya sedikit Bahasa Indonesia, pengetahuan PakKendro akan sangat berguna dalam menyelesaikan masalah tersebut demi kebaikkan dan keselamatan semua pihak.”

Puluhan email duka cita berdatangan ke milis Permias Hawaii, menunjukkan betapa kehilangannya warga Indonesia di Hawaii atas wafatnya Eyang Kendro.

Kematian seseorang selalu membuat saya berkontemplasi. Sudah berapa yang saya bagi kepada sesama? Apakah banyak yang akan kehilangan saya kalau saya “pergi” nanti? Hmmmm… rasanya “tabungan” saya belum banyak.

Well, it’s time to start …..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: