Posted by: lilyardas | April 29, 2007

Apr 28: Gamelan Performance di UH

Berapa hari yang lalu, Ari dari Permias (Persatuan Mahasiswa Indonesia di AS) kirim email ke saya. Katanya ada pertunjukan Gamelan di UH, siapa tau saya mau datang. Jelas dong, saya mau datang. Bukan karena saya suka pertunjukan gamelan, tapi karena sudah sebulan di Hawaii, saya belum juga bertemu dengan komunitas makhluk yang berjenis keturunan Indonesia, cuma via email aja ke Ari. Sebenarnya sih sebelumnya pernah ketemu orang Indonesia, namanya Bu Rusman, tapi cuma ketemu sebentar, belum sempat bicara banyak.Menuju UH, saya harus naik bus 2 kali. Maunya sih sebelum ke pertunjukan Gamelan, saya mau mampir ke perpustakaan dulu, cari buku titipan suami tercinta. Tapi berhubung perjalanan ke UH melewati Ross dan Walmart, saya malah nyangkut di dua department store yang selalu menawarkan harga miring tersebut (Uculily tea…. demen ama nyang diskonan). Walhasil, sampai ke perpustakaan, ternyata perpustakaannya sudah tutup 30 menit sebelumnya… Hehehe, maaf ya, Pi….

Anyway, di pintu pertunjukan Gamelan, saya kenalan dengan Eyang Endro, salah satu permain malam itu. Beliau sudah tinggal di US sejak 1957, beliau sekolah terus betah, jadi keterusan tinggal di US. Istrinya pun orang Amerika. Saya dikenalin juga ke londo2 berkebaya dan berbeskap, yang beberapa diantaranya fasih bahasa Indonesia, bahkan Jawa. Rupanya ini rombongan para pemain Gamelan malam itu.

Setelah duduk (dikasih tiket gratis sama Eyang Endro), rombongan mahasiswa Indonesia datang. Kenalan lah kami di sana. Mereka datang bukan untuk tampil, tapi untuk nonton. Ironis memang, karena kita2 yang Indonesia malah nontonin bule2 main Gamelan… ada yang nyinden pula!

Perkumpulan Gamelan ini diprakarsai oleh Pak Susilo, seorang dosen di Department of Music di UH. Anggotanya berbagai bangsa, usia dan pekerjaan. Ada yang bule, Jepang, Korea, China. Ada yang sudah sepuh, ada yang masih muda. Ada yang dosen, ibu rumah tangga, mahasiswa. Semuanya bergabung karena minat mereka pada Gamelan. Dana yang terkumpul dari pertunjukan tersebut pun dikumpulkan untuk tujuan membeli alat gamelan yang baru.

Pertujukan berlangsung 2 jam. Ada gamelan bernuansa keratonan Yogya, ada yang berbau keratonan Solo, ada juga gubahan kontemporer dengan menggabungkan alat Gamelan Bali dan Biola. Seumur-umur baru sekali ini rasanya saya nonton bertunjukan Gamelan. Yang lebih hebatnya lagi, kami semua menikmatinya!! Kepala kami mengangguk2 dan kaki ikutan goyang2 ngikutin irama Gamelan yang ditampilkan. Hebatnyaaa….. Coba kalo di Indonesia, dipastikan kami sudah tertidur pulas mendengar Gamelan.

Seperti yang dikatakan salah seorang mahasiswa Indonesia kemarin, “Memang kita ini baru bisa menghargai budaya dan nasionalisme bangsa kita, kalau sedang jauh dari tanah air…” Sepakat, mbak!

Advertisements

Responses

  1. kirain di sono kagak ada walmart ama ross. gede2 juga kah? pikir2.. jangan2 cuman beda kelapanya doang ya negara bagian hawaii ama di amrik daratan.

    Like

  2. menghina… di Jakarta aja (pernah) ada Walmart, masa di Honolulu gak ada…. di sini banyak baju dan batik made in bali… di baltimore ada gak? 😀

    Like


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: